Archive for March, 2006

Kemana Saja

Thursday, March 23rd, 2006

Kemana saja, ku telah sedia

Pimpinan Tuhan tak pernah bersalah

Tolongku Tuhan, memikul salibMu

Tuhan pimpinanMu sempurna

Dalam kota besar atau dalam rimba

Jiwa sama berharga di mataMu

Kemana saja, ku telah sedia

Kumau cinta yang di cintaMu

Email dari Tuhan 22 Maret 2006

Tuesday, March 21st, 2006

Anak-Ku,

Aku menginginkan seluruh dirimu - tubuh, jiwa, dan roh - sama seperti seorang suami yang menginginkan seluruh diri istrinya. Setelah kamu menikah, kamu dan pasanganmu saling memiliki. Suatu pernikahan yang baik terbentuk atas keterbukaan mengenai segala hal tentang dirimu.

Dengan cara yang sama, jika kamu ingin memiliki hubungan dengan-Ku, Aku memintamu untuk memberi-Ku seluruh dirimu. Jika di dalam hatimu berkata, " Aku cinta kepada-Mu, Tuhan" namun kamu tetap menggunakan tubuhmu dalam hal yang tidak menyenangkan-Ku, maka kamu tidak akan bahagia. Tetapi jika kamu memberikan tubuhmu untuk-Ku, Aku akan memberkatinya dan memberimu kekuatan fisik untuk melakukan pekerjaan yang telah Kutugaskan kepadamu. Aku akan menggunakan bakat, penampilan, dan kemampuan atletis fisikmu untuk menolong orang lain.

Berikanlah kepada-Ku segala sesuatu dari dirimu, dan Aku akan memberimu seluruh diri-Ku

Cintamu Yang Sejati,
Tuhan

Serahkanlah dirimu kepada Allah sebagai orang-orang yang dahulu mati, tetapi sekarang hidup. Dan serahkanlah anggota-anggota tubuhmu kepada Allah untuk menjadi senjata-senjata kebenaran (Roma 6:13)
asli!! kena banget dah hari ini!!

Segelas Susu

Thursday, March 16th, 2006

Suatu hari, seorang anak laki-laki yang miskin yang pekerjaannya menjual barang dari pintu ke pintu setelah sekolah, menemukan bahwa dia hanya punya 1 dime, dan ia sangat kelaparan.

Dia memutuskan untuk meminta makanan pada rumah berikutnya. Tetapi dia kehilangan keberaniannya ketika seorang wanita muda membuka pintu. Selain makanan, ia minta segelas air. Wanita itu melihat anak itu sangat kelaparan dan memberikannya segelas susu. Anak itu minum perlahan dan bertanya, "Berapa saya berhutang pada anda ?

"Anda tidak berhutang padaku apapun," wanita itu menjawab. "Ibu selalu mengajarkan untuk tidak menerima bayaran pada kebaikan".

Anak laki-laki itu menjawab "Maka saya akan berterimakasih dari hatiku".

Anak laki-laki yang bernama Howard Kelly itu meninggalkan rumah dan selain merasa kuat secara phisik, ia juga dikuatkan imannya di dalam Tuhan. Dia menjadi selalu siap sedia dan pantang menyerah.

Beberapa tahun kemudian wanita itu mengalami penyakit yang cukup kritis. Dokter lokal sudah angkat tangan. Dan akhirnya mengirim dia ke kota besar, dimana mereka memasukkan ke sebuah rumah sakit spesialis untuk menyelidiki penyakitnya. Dr. Howard Kelly dipanggil untuk sebagai tenaga konsultasi. Ketika dia mendengar nama kota asal wanita itu, sebuah cahaya memenuhi wajahnya. Segera ia naik dan masuk ke kamar wanita tersebut. Dengan mengenakan baju dokter dia melihatnya. Ia mengenali wanita itu. Segera ia kembali ke kantornya dan menentukan langkah terbaik untuk menyelamatkan nyawa wanita itu.

Mulai hari itu dia memberikan perhatian spesial pada kasus itu. Setelah mengalami peperangan, akhirnya pertarungan dimenangkan. Dr. Kelly minta biaya-biaya ditanggungkan atasnya. Dia menulis sesuatu dalam tagihan itu, dan tagihan itu dikirimkan ke ruangan tempat wanita itu berada. Wanita itu sangat ketakutan untuk membukanya, dan dia sangat tidak yakin untuk membayar tagihan itu. Akhirnya dia melihat, dan dia tertegun melihat tulisan di samping tagihan itu. Dia membacanya….

"Sudah lunas oleh satu gelas susu"

Tertanda
Dr. Howard Kelly

Air mata mulai menetes pada matanya, dan dengan hati bersyukur, ia berdoa :"Terima kasih Tuhan, KasihMu bekerja pada tangan dan hati dokter yang merawatku"

Email dari Tuhan 15 Maret 2006

Tuesday, March 14th, 2006

Anak-Ku,

Pernahkah kamu diberitahukan, "Sudah besar, jangan menangis?" Aku takkan mengatakan begitu kepadamu. Itu tidak benar. Aku menjadikan semua perasaanmu supaya kamu dapat bereaksi terhadap kehidupan.

Apakah benar dewasa jika kamu memendam perasaan-perasaanmu? Apakah benar mengagumkan dengan menyingkirkan air matamu? Hidup penuh dengan kekecewaan dan kesedihan, dan jika kamu tidak membawanya kepada-Ku, kamu pasti merasakan kesakitanmu sendiri. Memendam perasaan hanya akan memperburuk. Semuanya malah akan muncul kemudian dan menyusahkanmu pada waktu yang paling tak diharapkan.

Oleh karena itu, bawalah kesedihan kepada-Ku. Aku akan mengambil kesedihanmu dan menganugerahkanmu kekuatan-Ku. Tidak menjadi masalah berapa umurmu, kamu takkan pernah terlalu tua untuk menangis di bahu-Ku. Sekarang ceritakan kepadaku semua masalahmu.

Bapa Yang Mengasihimu,
Tuhan

Jiwaku menangis karena duka hati, teguhkanlah aku sesuai dengan firman-Mu(Mazmur 119:28)

Em@il dari Tuhan 14 Maret 2006

Monday, March 13th, 2006

Anak-Ku,

Kadang-kadang orang menyerah terhadap kehidupan bukan karena terlalu berat, tetapi karena terlalu mudah — bukan karena terlalu sulit, namun karena tidak ada tantangan sesungguhnya yang dapat diperjuangkan.

Aku ingin kamu dipenuhi oleh keinginan untuk memperjuangkan kepentingan yang lebih tinggi dan lebih besar daripada dirimu. Aku ingin kamu menggunakan tenagamu dan menggunakan bakatmu untuk hal yang paling besar. Aku ingin kamu tahu bagaimana rasanya berdiri dan bertempur bersama-Ku di dalam kancah pertempuran iman — merasakan bahagia kemenangan di dalam hidupmu dan berpikir, "Apa sih artinya semua itu?" Hidup ini jauh lebih berharga. Kamu pun sangat berharga.

Melekatlah dengan-Ku, da kita akan menghadapi musuh kita bersama !.

Sang Juara,
Tuhan

Berjuanglah terus bagi DIA(1 Timotius 6:12)

Malaikat Terkagum-kagum

Sunday, March 12th, 2006

Belum habis para malaikat terkagum-kagum akan apa yang telah dibuatNya selama 5 hari sebelumnya, dan hari itu Allah mengambil keputusan, "Aku akan menciptakan yang laen daripada yang laen hari ini !" kataNya pada hari yang ke-enam.
Tiba-tiba Allah turun dari tahtaNya yang mulia dan berkilauan, Ia menginjakkan kakiNya di atas tanah yang berlumpur itu untuk pertama kalinya dan, dengan penuh kelembutan, Ia menggulung lengan jubahNya.

Berbisik-bisiklah para Malaikat satu dengan yang laen, penuh rasa ingin tahu apakah gerangan yang membuat Allah turun dari tahtaNya dan berdiri di atas lumpur itu. Lalu seorang malaikat memberanikan diri dan bertanya," Ya Allah Yang Mulia, Maha Penyayang dan Pengasih, apakah yang akan Kau buat hingga Kau merelakan kaki dan jari-jari tanganMu menyentuh lumpur yang kotor itu? Biarlah kami yang melalukan pekerjaan yang kotor ini sebab Engkau tidak layak untuk melakukan ini semua".

Tersenyumlah Allah dengan senyuman khasNya yang lembut, "Lihatlah, sebentar lagi pekerjaanKu akan selesai".

"Apakah yang akan Kau buat Tuanku?" tanya malaikat itu lagi. Allah menjawab, " Aku akan menciptakan karya yang terindah yang segambar dan serupa dengan diriKu.". 

Terbelalaklah mata malaikat itu, "Wah…begitu mulianya dan berharganya ciptaanMu ini. Mengapa Engkau mau menciptakannya ?" , tanyanya sambil menengadahkan kepalanya.

JawabNya," Akan ada kasih di hatinya bagiKu, akan ada pujian dari mulutnya, dan akan ada cinta yang sejati antara Aku dan dia. Bukankah itu indah? Pernahkah terlintas di pikiranmu akan hal ini, dicintai dan mencintai dengan cinta yang sejati ?".

Terkagumlah malaikat itu dan dengan mata yang berbinar-binar berkata, " Sangat indah ya Tuanku, sangat indah…Sungguh tak sekalipun hal ini terlintas di pikiranku. Pastilah ciptaan dariMu ini senantiasa akan menyenangkanMu, selalu patuh padaMu, tak pernah menyangkaliMu dan mengasihiMu sepanjang hidupnya…".   

Sambil tersenyum Ia berkata, "Yang Kau katakan itu sangatlah indah, tetapi tidaklah demikian. Dia akan memiliki kebebasan dan dia akan memiliki pilihan untuk mengasihiKu atau tidak."   

Semerta-merta raut muka malaikat itu berubah dan tenggelam dalam kebingungan yang tak terselami, "Dengan demikian mereka memiliki kesempatan untuk membuat diriMu sedih, ya Rajaku. Engkau terlalu baik untuk dikecewakan, tidakkah lebih baik untuk tidak menciptakannya atau mungkin menciptakan mereka dengan hati yang selalu mencintaiMu, tanpa pilihan yang lain?"

"Aku menginginkan cinta yang sejati, hambaKu. Dan cinta yang sejati bukanlah cinta yang memaksa tetapi cinta yang timbul dari segala macam pilihan yang ada".

Mengertilah malaikat itu dan berkata, "Jadilah kehendakMu ya Tuanku ! Kudus dan mulialah Engkau selamanya !".

Seketika itu juga, lumpur itu mulai menunjukkan bentuknya yang berstruktur sama dengan Allah dan akhirnya Ia berkata, " Kuhembuskan nafas kehidupan daripadaKu, jadilah engkau manusia !"

Em@il dari Tuhan

Friday, March 10th, 2006

 

Anak-Ku Tercinta,

Tahukah kamu bahwa Putra-Ku Yesus, mempunyai tanda berupa dirimu pada telapak tangan-Nya? Ia mendapatkannya dengan bergantung pada salib bagimu, supaya kamu bisa berhubungan dengan-Ku. Yesus tak dapat melupakanmu. Luka-luka itu merupakan ingatan yang kekal.

Yesus berdoa bagimu 24/7 (dua puluh empat jam sehari, tujuh hari seminggu). Ia tidak tidur, begitu pula dengan Aku. Bahkan tatkala kamu lupa terhadap-Ku sepanjang hari, janganlah khawatir, Aku tak dapat melupakanmu. Kamu tak pernah sendirian atau terlupakan karena Yesus selalu memikirkan kamu. Aku mencintaimu tanpa henti-hentinya.

Milikmu Selamanya,
Tuhan

Lihat, Aku telah melukis engkau di telapak tangan-Ku, tembok-tembokmu tetap di ruang mata-Ku (Yesaya 49:16)