Archive for June, 2006

Thursday, June 15th, 2006

Anak-Ku yang Tercinta,

Di manakah menurutmu Aku tinggal? Di Surga? Kamu benar, namun Aku juga tinggal di dunia melalui Roh Kudus-Ku. Aku tengah bekerja di sekitarmu, membantu dan menasihati anak-anak-Ku. Namun Aku malah lebih dekat dari itu. Jika kamu adalah seorang Kristen, Aku tinggal di dalam dirimu. Aku merasakan yang kamu rasakan. Maka, ketika kamu membutuhkan-Ku, kamu tak usah melihat jauh-jauh. Pada suatu ketika di dalam sejarah, umat-Ku harus pergi ke tenda atau ke bait-Ku untuk menemui-Ku. Kini tidak lagi.

Karena Yesus mati di kayu salib, kini Aku bisa hidup di dalam dirimu. Kamulah bait-Ku kini. Aku mengetahui setiap pikiranmu. Kamu dapat memanggil-Ku setiap saat. Aku di sini, sedekat denyut jantungmu.

Bapa Surgawimu,

Tuhan

Carilah Tuhan selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepada-Nya selama Ia dekat (Yesaya 55:6)

Aku Sebel….

Tuesday, June 6th, 2006

Tau kau masih hidup!!!!

HUH!!!

Em@il dari Tuhan, 6 Juni 2006

Tuesday, June 6th, 2006

Anak-Ku ,

Dunia kita adalah dunia yang keras. Percayalah, Aku tahu. Kadang kala orang-orang atau keadaan sepertinya menyerangmu, dan ketika hal itu terjadi, kamu mungkin merasa takut. Itu tak apa-apa. Aku mengerti, dan Aku peduli. Aku ingin menolongmu untuk mengatasi kehidupan. Itulah sebabnya Kuingin kamu datang kepada-Ku. Ceritakanlah kepada-Ku tentang kekhawatiran-kekhawatiranmu. Aku akan berada persis di sebelahmu di dalam setiap pergumulanmu. Jika Aku harus menggendongmu, Aku mau. Aku akan menjadi pembelamu. Aku ingin membuat perubahan di dalam hidupmu sehari-hari. Oleh karenanya, janganlah takut

Pembelamu,

Tuhan

jika aku berada dalam kesesakan, Engkau mempertahankan hidupku; terhadap amarah musuhku Engkau mengulurkan tangan-Mu dan tangan kanan-Mu menyelamatkan aku(Mazmur 138:7)

NB : seperti saya alami kemarin, karna saya merasa digencet ama ‘bank soal’..hehehe….trimakasih Tuhan karna Kau lah yang memilikiku….:)

Em@il dari Tuhan, 3 Juni 2006

Friday, June 2nd, 2006

Anak-Ku yang Terkasih, Seandainya suatu klub olahraga pedesaan yang mewah membayarmu untuk memotong rumput pada padang golf mereka yang luas, namun bukannya memberimu pemotong rumput bermotor, kamu diberikan sebuah pemotong kuku kecil untuk melakukan tugas itu. Dapatkah kamu membayangkan betapa frustasi perasaanmu ketika menyadari dirimu menghadapi tugas mustahil seperti itu? Sama halnya, seperti Aku merancang dirimu untuk menghadapi banyak tantangan hidup tetapi kemudian gagal memberimu kuasa dan visi yang akan kamu butuhkan untuk pekerjaan itu. Santai sajalah. Jika Aku memberimu suatu tugas, Aku juga membekalimu dengan kuasa untuk menyelesaikannya. Itulah kuasa-Ku, dan percayalah kepada-Ku, itu adalah lebih daripada cukup.

Penolongmu, Tuhan

kekuatan itu adalah kekuatan Allah, suatu kekuatan di dalam dirimu, Allah sendiri mau dan bekerja melakukan hal yang membawa kesenangan bagi diri-Nya (Filipi 2:13)