Archive for January, 2008

Em@il dari Tuhan, 1 Februari 2008

Thursday, January 31st, 2008

Anak-Ku Yang Tercinta,

Pernahkah kamu melihat seekor anjing sesudah kematian tuannya? Kadang-kadang akan bersedih dan melolong selama berhari-hari. Semangat hidupnya hilang. Anjing itu patah semangat.

Seseorang yang patah semangat itu telah berharap dan telah dikhianati. Dapatkah orang menyambung hati yang patah?
Putra-Ku dapat melakukannya. Ia mengetahui semua haraan dan mimpimu. Ia tahu betapa kamu terluka, dan Ia mengetahui cara untuk memberimu harapan lagi, Jika kamu mau mempercayai Yesus untuk menyembuhkan lukamu, Ia akan masuk dan memberimu hati yang baru. Yang harus kamu lakukan hanyalah meminta.

Yang Memulihkan Hatimu,
Tuhan

Ia telah mengutus aku untuk menyembuhkan yang hancur hatinya (Yesaya 61:1)

Diamku…

Tuesday, January 29th, 2008

Banyak hal yang tidak bisa dikatakan

Jangankan dikatakan , dipahami aja susah

Jangankan dipahami , sekedar diketahui aja ga bisa…

Lelah dengan otak yang tidak berhenti berputar…

Mencari tahu jalan keluar dari apa?

Apa yang harus diselesaikan?

Menjawab pertanyaan ‘bagaimana supaya…’ , ‘mengapa…’, ‘kapan..’, ‘apakah…’

Pengen balik ke masa kecil aja rasanya…

Ketika menggambar benang kusut hanyalah sebuah benang kusut tanpa harus berpikir apa artinya, dari mana mulanya, dan dimana berakhirnya….

Ah…tapi  buat apa kembali ke suatu masa

Menjilat ‘bulletin’ sendiri (ahahahaha)

Jadi aku pengen seperti sekarang aja, pengen tahu dimana ujungnya

Tapi biarkan kali ini aku berhenti sejenak di sini

Dimana hanya ada aku..dan Dia…

Anggie

Monday, January 28th, 2008

Anggie_2 Renaya Anggiarni.. Biasa dipangggil Anggie.. cicie… aku kira dulu WNI keturunan (solo-tegal)..kakaka…dan aku salah denger namanya waktu itu…kukira namanya : Andi… mbak ini..udah sipit..aneh pula namanya Andi…hehehe

Pertama kenal pas salam2an hari pertama masuk kuliah di MTA Undip (UNiversitar DI Pleburan)…takdir mempertemukan kami..2 wanita berbeda kasta..hahaha….

Temenan sama Anggie enyak enyak…apalagi kalo maen ke rumahnya…dijamin gak bakalan busung laparrrr… ketahanan pangan betul2 terjaga.. mo camilan khas dari daerah mana? Ada!! Tapi hati2… kegemukan senantiasa menghantui kalo bareng dia terussss… Secara doyan makan enak dan gak bisa gemuk… sedang kitaaaa???

Dulu paling doyan sama Anggie wisata kuliner (anywhere, anytime)…menjelajah dari warung ke warung (warung nasi pecel di Jl. Singosari yang top markotop itu sampai warung nasinya Mak Mi di Suyudono), cafe2 di sepanjang jalan depan kampus kite, sampai restoran mahal yang kena charge cuman untuk sekedar mbukain pintu mobil (Mas!!saya kan ngga pernah minta situ bukain pintu mobil!!saya bisa buka sendiri kok!!)…

Ngerjain tugas bersama juga gak akan pernah terpisah dari cari makan!! Inget gie..kita pernah kabur ke Jogja…ngerjain tugas Teori Perancangan Kota - nya Pak Bambang Setioko sambil nongkrong luamaaa banget di Texas Galeria (waktu itu cuman Galeria yang paling keren..hehe di Jogja) yang ternyata besoknya dipuji2 sama beliaunya karna tugas kita keren banget jadinya…hahaha..kitaaaaa

Atau berdua sok2an ikut seminar di Atmajaya…keliling Jogja goncengan dengan motor pinjeman dari Carlo yang ga bisa ngebut ituh…

Agenda bersenang2 kami tentunya juga termasuk dugem bersama…Astro rocks!! kekeke… masa2 jahiliyah itu, yang kalo mo ke astro aja ngakunya ke ibusuri mo nginep di rumah anggie (la kan emang bener to?)..nyobain minuman2 aneh..dari yang rasanya enak gila sampe berasa kaya surf pake jeruk nipis…bweh!!! gak mau lagih!! sumpah!! dalam hal dugem aku termasuk higienis…cuman mau sama anggie doank..aman…hehehehe

Tapi kebersamaan kami bukan cuma bersenang2 dan makan2 doank kok… Berbagai kota yah cie kita datangi…untuk apa lagi kalo bukan survei? Sejarah Kota Demak..? boleh lah tanya kami… Mau tau tentang Sunan Kalijaga? permukiman yang timbul karna adanya embrio masjid-makam Sunan Kalijaga di Kadilangu,… Atau sejarah terbentuknya Desa Bango? Hahaahaha… Atau ini… menelusuri makam bersejarah laen di Protomulyo? Atau makam2 yang laen dimana waktu itu somewhere di Bantul yak..kayanya masuk wilayah Kasian gitu deh…Hahaha… petualangan kita sedikit berbau mistis yah cie waktu itu…

Petualangan yang belum kesampean sampai saat ini adalah menapaktilas situs Trowulan… kapan yah cie? ayo sediakan waktu… kita lakukan lagi kegilaan sok arkeolog kita… menapaktilas jejak kejayaan bangsa kita tempo doeloe… Atau mau kita lebarkan sayap kita? ayo.. sapa takuuuttttt

Anggie…hehe…model wanita tegar yang inspiratif…kalo gak percaya coba simak lagu berikut ini, dari album JIKUSTIK terbaru (Album MALAM), yang judulnya Hai Anggi (dan memang terinspirasi dari si ibu satu ini)….

hai anggi coba kau baca suratku ini
yang ku tulis dengan diterangi
dengan kunang kunang malam

hai anggi ku ingin kau menampak disini
melawan dinginnya kabut gunung
yang sedang kudaki

dari sini kubisa melihat
terbit matahari usir gelap
tak pernah lupa aku bayangkan
kau tersenyum dengar pengakuanku

mungkin ini puncak yang ke sekian
yang kudaki dan bisa ku takhlukkan
tapi hanya ada satu hati
yang bisa menembusku
dan takhlukkan ku

hai anggi kucoba menyentuh embun pagi
sungguh berbeda dengan yang biasa
kau temui disana

dari sini ku bisa melihat
terbit matahari usir gelap
tak pernah lupa bayangkan
kau tersenyum dengar pengakuanku

mungkin ini puncak yang ke sekian
yang kudaki dan bisa ku takhlukkan
tapi hanya ada satu hati
yang bisa menembusku
dan takhlukkan ku

Tetap semangat cie… Mari kita sama2 berjuang jadi abdi negara yang baek… hehehehe

Priska - Partner in Crime

Monday, January 28th, 2008

Ya..mulai hari ini..inilah kategori terbaruku… Seri teman-teman tercinta.. untuk mengenang kalian yang selalu membawa senyum dalam hidupku…membawa kegembiraan…kegilaan..kenekatan…kebetean…atau bahkan luka? hakakakakaka ampun dijeeeee

Priska_3

tereeteeeteteeeteteeeetttt dan setelah melakukan pengundian tidak adil… yang aku gilir pertama kali untuk dikupas tuntas adalah temanku yang sangat kucinta..partner in crime..partner ndremimil di malam hari (thx to that damn perang tarif operator selular!!!)

Perlu diketahui embak ini adalah seorang planer lulusan undip (UNiversitas DI Pintu tol tembalang)…bocah temanggung tapi gayane jan tenan metropolis pol!! hakakakaka…pissss pertama kali kenal lewat udara..hahahaha…bukaaannn jangan nuduh dia itu penyiar radio..tapi sesungguhnya dia adalah seorang mantan calon teman sekamarku di jakarta tapi gagal karna tupoksi menceraiberaikan kami…mbak ini harus mengarungi rimba BPKSDM di bandung (baca : sesungguhnya PUSBIKTEK), sedangkan aku larut dalam hingar bingar keCIPTA KARYA an di Pattimura… satu dari sekian banyak wanita yang melamar menjadi teman sekamarku (tapi sampai skrg ga ada yang kesampaian..kekeke)..Emang waktu itu kami berkenalan via telpon (yang nomernya didapet dari daftar cpns PU formasi 2005..hyuukk…)

Mengenalnya lebih lanjut, lebih edun, lebih gila dalam PRAJAB JOGJA oh PRAJAB JOGJA… sejuta kenangan…kami akan selalu tertawa keras kalau mengingatnya….menggila..tapi apa boleh buat..tetep aku donk yang jadi ratunya..kakaka dalam perjalanan pulangku dari JOGJA ke semarang…mbak ini memporaporandakan hatiku dan hari2ku beberapa bulan berikutnya..dengan membuat aku ‘jatuh cinta (semu?)’ pada ‘kakak’nya..dan dia..(sudahlah ga usah dibahas…ntar dia maluw…) tapi itu sudah kenang2an yah pris…cinta toh tidak harus memiliki? itu hanyalah bayang2 semu…topik yang selalu seru kita bahas setiap malam sampai pagi…setiap siang kala bosan melanda dan mebuat kita tertawa gila di depan komputer karena (pembicaraan) siang yang PANAS?? hahahahaha

Priska… hahaha…bagaimana bisa aku tidak menjadi tertawan dengan pesonanya? hehehe..cinta memang gila… benar2 partner in crime… menjalankan backpacking kami yang pertama ke satu kota yang duh..sapa sih yang pengen berkunjung ke sana? garut!! ingat pris? tahun baru di garut? sementara mereka yang laen tenggelam dalam hingar bingar..kita malah makan sate kambing gak enak…ngeliat orang2 pada berenang jam 12 malam..menikmati kembang api di balkon hotel…dan menghabiskan sisa 2006 dengan saling meracuni diri dan menonton film besutan sutradara india yang nggak banget itu, HEART? hahahahaha banyak hal2 najis tralalala kita lakukan bersama yak…. ngecengin mas2 lutu berwajah oriental koki avenue yang kita uber sejak dia masih tugas di BIP sampai dia pindah ke ciwalk? berkhayal tentang ‘masmu, ibumu, adekku, dan ibuku’? keluarga hayalan kita…perang status di YM…curhat2 colongan kita di bulletin board…sampai dengan kegilaan hari ini ngomongin mas (dek) panji trihatmodjo yang sedang berduka?

hahaha….

dimana lagi bisa kutemukan teman sepertimu? ayo ke jakarta lagi, nduk..kita bergelung di bawah selimut kotak2 percaku yang hangat di tengah udara panas jakarta yang membuat obrolan kita jadi makan panas seiring malam berganti pagi…

love uuuuuuuuuuuuu

nb : sori pris…klo gak ada yg diedit..kakakaka

Tutup!!

Monday, January 21st, 2008

Sabtu, 19 Januari 2008.

Hari pertamaku di kota ini. Ya, seperti yang sudah lama aku angankan sejak kecil, aku datang ke sini demi melengkapi eksistensiku di dunia. Lusa adalah dimulainya hari-hari (yang aku harap) menyenangkan, penuh tantangan, harapan tentang masa depan. Dimulainya satu langkah besar yang aku yakin akan mempengaruhi hidupku.

Tapi sebelumnya, malam ini aku ingin menikmati kota ini. Ingin mengenal lebih dulu tepatnya. Karena di sinilah aku akan menjalani hari-hariku ke depan. Mungkin aku akan jatuh cinta dengan kota ini dan bahkan mungkin bisa saja membuatku tidak ingin kembali ke kota asalku.

Bersyukur, tempat tinggal yang aku pilih sangat dekat dengan pusat keramaian. Aku memutuskan berjalan kaki untuk mengenal kota ini. Aku ingin mengenal aroma kota ini dan merasakan karakter komunitasnya. Aku ingin tahu, dengan orang-orang seperti apa besok aku akan bergaul sehari-hari.

Maka di sinilah aku sekarang. Menyusuri trotoar, di antara begitu banyak manusia berjalan tergesa. Kota ini cukup nyaman sepertinya, walaupun tadi siang terasa panas. Aroma makanan yang sempat beberapa kali mampir di hidungku ketika melewati warung-warung tadi sungguh menggoda. Sayang aku sedang tidak lapar. Orang-orang yang kutemui sepanjang perjalanan pun juga tidak memandangku seperti alien aneh. Hehe… Mereka terlihat ramah, cukup bersahabat. Walaupun beberapa kali kudengar mereka saling berteriak, tapi kurasa memang seperti itu gaya mereka berbicara.

Tiba-tiba aku melihat sebuah toko. Toko sepatu. Sepatu. Itu yang kubutuhkan. Lusa aku akan memulai hidupku, satu langkah besar yang harus kunikmati apapun yang aku hadapi nanti. Sepertinya sebuah sepatu yang nyaman akan menjadi satu simbol yang tepat untuk menemaniku memulai langkah baru.
Dari tempat aku berdiri aku melihat toko itu, aku amati dari jauh. Toko itu biasa saja tampaknya. Bukan jenis toko sepatu yang mewah. Tapi kulihat dari sini interiornya cukup nyaman, lightingnya hangat, dan aku suka warna pintunya. Merah.
Tapi aku masih di sini. Mmm.. Memang, aku belum melangkahkan kakiku ke sana sejengkal pun. Baru kusadari, jalanan ini begitu padat dengan kendaraan. Baru kusadari, temperamen tinggi dari kebanyakan penduduk di sini membuat mereka lebih suka berkendara dengan gaya kesetanan. Ah, aku tidak berani menyeberang. Rasanya susah sekali untuk memotong jalan ini.

Lima menit…tiga puluh menit…satu jam…tiga jam…Aku tidak sadar sudah cukup lama di tempat itu. Entah malaikat pelindung mana yang menjagaiku betah begitu lama di tempat ini. Mungkin malaikat pelindung toko sepatu itu, karena aku masih sangat ingin masuk ke sana. Jalanan itu sudah mulai sepi. Dan akhirnya aku sudah bisa menyeberang. Sudah jam sepuluh malam rupanya.
Tapi lampu di toko itu masih menyala. Tergesa aku langkahkan kakiku menuju toko itu. Bertepatan dengan aku melihat lelaki pemilik toko itu membalik tulisan ‘buka’ menjadi ‘tutup’. Ah….
Aku hanya bisa memandangnya dari luar. Dan dia juga melihatku. Sejenak kami bertatapan seakan sudah lama kenal. Tapi aku tidak ingin memaksanya untuk membuka kembali tokonya. Aku amati lagi toko itu dari luar. Displaynya rapi dan sederhana, tapi bagiku terlihat cukup cantik. Seperti yang aku lihat dari seberang jalan tadi, interior ruangnya pun simpel tapi cukup nyaman dengan lighting yang hangat. Sepertinya si lelaki tadi punya selera yang cukup bagus. Sepatu-sepatu yang dijual pun pas sekali dengan selera dan kriteriaku. Dan sepertinya sungguh nyaman dipakai.

Lampu di toko sepatu itu masih menyala. Pemiliknya masih ada di dalam sana. Dan aku tahu dia masih mengamatiku. Aku tidak tahu apa yang dipikirkannya. Aku tidak berharap dia iba melihatku berdiri di luar begitu lama dan kemudian terpaksa membuka tokonya kembali supaya aku bisa masuk. Aku akan menunggu esok hari, dan kembali ke sini. Besok aku akan datang lebih pagi dan semoga lalu lintas tidak sepadat tadi. Supaya aku bisa menyeberang. Dan berharap, lelaki itu ada di sana, untuk membuka tokonya.

That’s What Friends Are For

Monday, January 21st, 2008

And I never thought I’d feel this way

And as far as I’m concerned

I’m glad I got the chance to say

That I do believe I love you

And if I should ever go away

Well then close your eyes and try

To feel the way we do today

And then if you can remember

Keep smiling, keep shining

Knowing you can always count on me, for sure

That’s what friends are for

For good times and bad times

I’ll be on your side forever more

That’s what friends are for

Well you came in loving me

And now there’s so much more I see

And so by the way I thank you

Oh and then for the times when we’re apart

Well then close your eyes and know

The words are coming from my heart

And then if you can remember

lagu ini buat teman kami yang sedang pergi jauh dan lama… Valentina Syahmusir… keep smiling n keep shining yaakk.. kirim SPPD lah kalo kaw kesepian dan merindukan kami semua di sini… love u!!