Archive for March, 2008

Selagi Kau Lelap - Filosofi Kopi

Monday, March 17th, 2008

Filosofi_kopi

Membaca Lagi Filosofi Kopi - Dewi Lestari….ada satu yang ingin aku bagi di sini….hyuukk..mari…(nunut ngutip yah mbak Dee..)

Selagi  Kau Lelap

(2000)

Sekarang pukul 01.30 pagi di tempatmu.

Kulit wajahmmu pasti sedang terlipat di antara kerutan sarung bantal. Rambutmu yang tebal menumpuk di sisi kanan, karena engkau tidur telungkup dengan muka menghadap ke sisi kiri. Tanganmu selalu tampak menggapai, apakah itu yang selalu kau cari di bawah bantal?

Aku selalu ingin mencuri waktumu. Menyita perhatianmu. Semata-mata supaya aku bisa terpilin masuk ke dalam lipatan seprai tempat tubuhmu sekarang terbaring.

Sudah hampir tiga tahun aku begini. Dua puluh delapan bulan. Kalikan tiga puluh. Kalikan dua puluh empat. Kalikan enam puluh. Kalikan lagi enam puluh. Kalikan lagi enam puluh. Niscaya akan kau dapatkan angka ini : 4.354.560.000.

Itulah banyaknya milisekon sejak pertama aku jatuh cinta kepadamu. Angka itu bisa lebih fantastis kalau ditarik sampai skala nano. Silakan cek. Dan aku berani jamin engkau masih ada di situ. Di tiap inti detik, dan di dalamnya lagi, dan lagi, dan lagi…..

Penunjuk waktuku tak perlu mahal-mahal. Memandangmu memberikanku esensi keabadian sekaligus mortalitas. Rolex tam mampu berikan itu.

Mengertilah, tulisan ini bukan bertujuan untuk merayu. Kejujuran sudah seperti riasan wajah yang menor, tak terbayang menambahinya lagi dengan rayuan. Angka miliaran tadi adalah fakta matematis. Empiris. Siapa bilang cinta tidak bisa logis. Cinta mampu merambah dimensi angka dan rasa sekaligus.

Sekarang pukul 02.30 di tempatmu. Tak terasa sudah satu jam aku di sini. Menyumbangkan lagi 216.ooo milisekon ke dalam rekening waktuku. Terima kasih, aku semakin kaya saja. Andaikan bisa kutambahkan satuan rupiah, atau lebih baik lagi dolar, di belakangnya. Tapi engkau tak ternilai. Engkau adalah pangkal, ujung, dan segalanya yang di tengah-tengah. Sensasi ilahi. Tidak dolar, tak juga yen, mampu menyajikannya.

Aku tak pernah terlalu tahu keadaan tempat tidurmu. Bukan aku yang sering ada di situ. Entah siapa. Mungkin cuma guling atau bantal-bantal ekstra. Terkadang benda-benda mati justri mendapatkan apa yang paling kita inginkan, dan tak sanggup kita bersaing dengannya. Aku iri pada baju tidurmu, handukmu, apalagi pada guling…. Sudah. Stop. Aku tak sanggup melanjutkan. Membayangkannya saja ngeri. Apa rasanya dipeluk dan didekap tanpa pretensi? Itulah surga. Dan manusia perlu beribadah jungkir balik untuk mendapatkannya? Hidup memang bagaikan mengitari Gunung Sinai. Tak diizinkannya kita untuk berjalan lurus-lurus saja demi mencapai Tanah Perjanjian.

Kini, izinkan aku tidur. Menyusulmu ke alam abstrak di mana segalanya bisa bertemu. Pastikan kau ada di sana, tidak terbangun karena ingin pipis, atau mimpi buruk. Tunggu aku.

Begitu banyak yang ingin kubicarakan. Mari kita piknik, mandi susu, potong tumpeng, main pasir, adu jangkrik, balap karung, melipat kertas, naik getek, tarik tambang… tak ada yang tak bisa kita lakukan, bukan? Tapi kalau boleh memilih satu : aku ingin mimpi tidur di sebelahmu. Ada tanganku di bawah bantal, tempat jemarimu menggapai-gapai.

Tidurku meringkuk di sebelah kanan sehingga wajah kita berhadapan. Dan ketika matamu terbuka nanti, ada aku di sana. Rambutku yang berdiri liar dan wajahmu yang tercetak kerut seprai.

Tiada yang lebih indah dari cinta dua orang di pagi hari. Dengan muka berkilap, bau keringat, gigi bermentega, dan mulut asam… mereka masih berani tersenyum dan saling menyapa ’selamat pagi’.

nb : gambar saya ambil di sini

Siapa Nyontek Siapa?

Monday, March 17th, 2008

Better Together (Jack Johnson) - Berdua Lebih Baik (Acha Septriasa)

Irreplaceable (Beyonce) - Takkan Terganti (Dea Mirela)

I Hate You Then I Love U (Celine Dion & Luciano Pavarotti) - Benci Bilang Cinta (Radja….akakakakakaka)

The Boy is Mine (Brandy & Monica) - Dia Milikku (Yovie & Nuno)

Sexy Naughty (Tata Young) - Makhluk Tuhan Paling Seksi (Mulan Kwok) …mm…maksa sih…sama2 bitchy…tapi Tata Young tetep lebih okeeee

Home (Michael Buble) - Mudik (Project Pop)… hidup maksaaa!!!

Thank You for Loving Me (Bon Jovi) - Terima Kasih Karena Kau Mencintaiku (The Rain)

Always (Bon Jovi) - Selalu (Tito Sumarsono….idih!!)

I’ll Be There For You (Bon Jovi) - Aku Datang Untukmu (Jikustik)

Close To You (The Carpenters) - Lebih Dekat Denganmu (Yovie & Nuno)

I Finally Found Someone (Bryan Adams & Barbra Streisand) - Akhirnya Kumenemukanmu (Naff)

When I Fall in Love (Nat King Cole) - Bila Aku Jatuh Cinta (Nidji)

First Love (Nikka Costa) - Cinta Pertama (Bunga Citra Lestari)

Till the End of Time (Perry Como) - Hingga Ujung Waktu (Sheila on 7)

Black or White (Michael Jackson) - Hitam & Putih (Ada Band)

Water Runs Dry (Boyz II Men) - Samudera Mengering (Jikustik)

Honestly (Harem Scarem) - Jujur (Radja…hahahahahaha!!!!)

Is This Love (Whitesnake) - Inikah Cinta (ME..huhuhuh..jaduuullll)

Forever Love (Garry Barlow) - Selamanya Cinta (Yana Yulio…tambah jadul parah)

Love Will Lead You Back (Taylor Dane) - Cinta Kan Membawamu Kembali (Dewa)

dst..dsb…endesbre..endeskre…hahahaha

bener2 siang yang kurang kerjaan….dan sore penuh tumpukan disposisi…hari yang aneh…

maap kalo koleksi nya jadul…tambahin dong…hyuuukk..mariii…

Bualan Keduaku

Wednesday, March 5th, 2008

Cinta,
Kau dimana?
Bukankah dulu sekali kau ada?
Bukankah kemarin kau juga ada?

Cinta,
Tak biasa kau pergi dari hatiku
yang kini kautinggalkan hampa
dan kosong begitu saja

Cinta,
Pernah suatu masa aku ingin kau tiada
biar lega hati ini tanpa penantian
biar ringan hidup ini dengan kepastian

Cinta,
Sudah kucoba menggantikan dirimu
dengan sosok yang bisa membuatku jauh tinggalkanmu
atau hati yang cukup luas ada untuk menampung sedihku

Namun cinta,
Ternyata aku tak ingin engkau tiada
melebur luruh lalu sirna begitu saja
Aku ingin engkau hadir
dengan sederhana yang kau punya
pun ketiadaan yang tak buatku membuang asa

Cinta,
Malam ini kuingin mengumpulkan keping-kepingmu kembali
menatanya serupa puzzle hidup yang rumit dan tak pernah selesai
namun kutahu wujudmu, hadirmu, hidupmu, bahagiamu
menambah satu titik bahagia dalam diriku
dan tak terganti seluas apapun hati

Bualan Pertamaku

Wednesday, March 5th, 2008

Introducing my new category : Bualanku…

Ini adalah bualan (puisi) pertama dalam sejarah hidupku aku menulisnya…ciyeuhhh…semoga bukan menjadi yang terakhir…Semoga yang berikut ini bisa dibilang puisi dan semoga tidak semata-mata dipandang sebagai curhat colongan…

O yah, puisi ini aku tulis Selasa, 4 Maret 2008 di Jogja…saat gak bisa tidur karna satu dan lain hal…

Maaf, aku ini baru belajar nulis (kalo mbaca udah tau dari dulu), jadi aku belom belajar memberi judul..hihihih…Semoga dengan membaca puisi ini Bapak/Ibu/Sdr/Sdri segera lega karna meeting sebentar lagi dimulai….semoga anda dapat menikmatinya…

Pagi ini mencarimu
di antara hiruk pikuk duniaku
di antara berai hati yang tak dapat temukanmu

Siang ini, lagi aku mencarimu
Satu bagian hidup yang tak pernah beranjak pergi
saat semua hilang musnah kau tetap tinggal di sudut hati
Terselip di antara bahagia dan pedih, di antara bangga dan kecewaku padamu
Namun aneh, siang ini tetap ku tak temukanmu

Lelah, malam ini kuputuskan
keajaiban yang akan membawamu pulang
Sirna harapan untuk tetap menjaga
karna kristal itu telah remuk lalu terburai
Sia-sia untuk menjaganya utuh
atau menyimpannya dalam direktori jiwaku yang telah lumpuh

Namun malam ini kau pulang dalam bentuk sebuah pesan
tersirat kau lelah memberi asa
terucap kau kan bertahan antara ada dan tiada

Malam ini , sudah lelah jiwaku
Tak tahu bagaimana rupa asa
yang pernah bertahan sekian lama

Hanya ingin memandangi seribu diammu
yang berjalan mundur tanpa mau memandangku

Ketika Malaikat Turun Kasta Jadi Pedagang Asongan

Sunday, March 2nd, 2008

Kalo kamu ‘hobby terbang’ … dan sering gak kebagian tiket sesuai jatah SPPD (baca : Garuda promo), dan ‘terpaksa’ naek maskapai laen, Mandala dalam hal ini yang akan aku bahas… perhatiin gak adanya gradasi pelayanan maskapai ini?

Aku inget betul…waktu ke Bali awal tahun 2007, waktu itu kami berangkat naek air asia (yang tentu saja ada mbak2 cantik tapi pedagang asongan di atas pesawat…jualan milo hangat, berbagai jus, makanan kecil, pop mie…sampe nasi kuning!! hehe..mirip kantin SMP) dan pulangnya naek Mandala (berasa selevel di bawah Garuda waktu itu, karna dapet kue2 enak dalam kotak…)…waktu itu pas kejadian Adam Air abis ilang itu…jadi masih bau2 serem gitu deh…

Dalam satu kesempatan pulang kampung ke Semarang, mulai kerasa kalo Mandala mulai mengurangi kualitas kuenya, gak seenak dulu…tapi ya udah lah lumayan  daripada lumanyun (murah kok njaluk enak)

Keanehan mulai terjadi waktu naek Mandala lagi abis libur lebaran, balik dari Semarang ke Jakarta. Udah pesawat delay hampir 5 jam karna alasan cuaca, pas di atas pesawat kue yang ditunggu2 tak kunjung datang, kami cuma dibagiin aqua kaya kalo kita naek Adam Air. Waktu itu kebetulan pas ketemu dan satu pesawat ama Singgih, kami cuma bisa komentar : mungkin kuenya kelupaan, ato kuenya lagi delay juga karena alasan cuaca, ato kuenya dibagi2in ke penumpang dari Jakarta yang nunut didaratin ke Juanda dulu sebelom bisa mendarat di Semarang. hehehehe….

Yang aku ingat itu terakhir kalinya aku naek Mandala sebelom perjalanan dinas ke Semarang minggu lalu. Minggu lalu itu karna penerbangan dengan Garuda sudah abis (lagi2) kami dibeliin tiket Mandala. Kata Pak Aria sih pesawat Mandala sekarang lebih enak karna mereka punya armada baru Airbus. Ok deh kalo gitu pak…

Waktu itu karena malemnya ga bisa tidur (maklum, penyakit terbang pagi adalah malemnya takut kebablasan tidur jadi malah susah tidur banget), aku gak sempet ngerasain pesawat take-off. Karena begitu kami duduk di bangku pesawat, seperti dikomando, aku, Andy, bos Aswin, dan Pak Adjar langsung sama2 merem….dan baru bener2 bangun pas pilot ngasi tau flight attendant sebentar lagi pesawat mau mendarat… dan kami tidak tahu menahu apakah kami kelewatan sesi pembagian kue ato kagak…ya sudahlah….

Pas balik ke Jakarta kok yah kami ini lagi2 kebagian naek Mandala lagi… dan hahahahaha…rasanya mau ngakak…. gak cocok banget deh!!! Mbak2 pramugari Mandala yang keliatan lebih matang dan senior kalo dibandingin dengan Air Asia, yang dulunya bagaikan malaikat yang suka bagi2 makanan ke kami2 penumpang, la kok sekarang ngedorong kereta di dalam pesawat jadi pedagang asongan persis yang dilakukan adek2 pramugari Air Asia. hahahaha… satu lagi metromini terbang plus pedagang asongan dalam sejarah maskapai murah di negara ini…. terjawab sudah… Hahahaha